News, Players, prediksi

Liverpool kalahkan Chelsea

Sepakan voli Dejan Lovren dan gol spektakuler Jordan Henderson mewarnai kemenangan tipis Liverpool di Stamford Bridge.

Liverpool melanjutkan tren positif mereka di Liga Primer Inggris dengan sukses membungkam tuan rumah Chelsea 2-1, Sabtu (17/9) dini hari WIB.

Performa energik Liverpool di babak pertama, yang berbuah gol voli Dejan Lovren dan tembakan spektakuler Jordan Henderson, sudah cukup untuk menghadirkan poin penuh bagi pasukan Jurgen Klopp.

Bomber andalan Chelsea Diego Costa tetap melanjutkan ketajamannya di partai ini, namun gol balasan yang ia cetak di babak kedua gagal menolong The Blues dari kekalahan perdana di musim ini.

Tampil dengan formasi menyerang 4-3-3, Liverpool sudah menguasai jalannya pertandingan sejak awal laga. Daniel Sturridge langsung membuat publik tuan rumah menahan napas di menit keempat. Sepakannya memang berhasil ditangkap Thibaut Courtois, namun bola tetap bergulir di sela-sela kaki sang kiper. Beruntung, bola berhenti berputar tepat di depan gawang.

Tekanan konsisten yang ditunjukkan Liverpool mendapatkan ganjarannya di menit ke-17. Dalam situasi tidak terkawal, Dejan Lovren lepas dari jebakan off-side untuk menyambut umpan silang terukur Philippe Coutinho lewat sepakan voli derasnya.

Tertinggal satu gol membuat Chelsea mulai mengambil inisiatif menyerang, terutama setelah strategi counter attack mereka mudah terbaca. Namun, minimnya kreativitas membuat serangan yang dibuat Chelsea tidak terlihat mengancam. Bola mati pun menjadi andalan Chelsea untuk mencoba menyamakan skor di mana kans terbaik hadir saat David Luiz menanduk tendangan bebas Willian namun masih melebar.

Pertahanan ketat Liverpool ternyata tetap dibarengi oleh serangan yang rapi. Sturridge kembali membuat peluang dari sudut sempit yang masih melebar. Di menit ke-36, seisi Stamford Bridge dibuat bungkam sekaligus terpukau ketika Jordan Henderson melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok atas gawang Courtois. Gol cantik Hendo yang menggandakan keunggulan Liverpool itu menjadi penutup babak pertama.

Di babak kedua, Chelsea perlahan memperbaiki performa mereka. Seiring berjalannya waktu, serangan demi serangan yang mereka bangun terlihat lebih agresif dan terstruktur. Hasilnya, Chelsea sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di menit ke-61.

Adalah Costa yang menghadirkan harapan bagi Chelsea. Berawal dari dribel Nemanja Matic yang menusuk ke dalam kotak penalti, gelandang Serbia itu lantas memberikan umpan secara cerdik kepada Costa yang langsung disambut oleh sepakan derasnya ke jala Simon Mignolet.

Tak lama berselang, Costa kembali mengancam, namun sepakan mendatarnya bisa ditepis Mignolet. Liverpool yang tertekan baru bisa bermain lepas di pertengahan babak kedua. Beberapa peluang mereka dapatkan dan hampir berbuah gol ketiga, yakni saat Divock Origi melepaskan tandukan jarak dekat di menit ke-81 namun berhasil ditepis secara brilian oleh Courtois.

Conte mencoba mengubah arah permainan dengan memasukkan tiga pemain baru — Cesc Fabregas, Victor Moses, dan Pedro Rodriguez — secara serentak di enam menit terakhir pertandingan. Namun, pertahanan ketat yang digalang Liverpool membuat Chelsea kesulitan mencari gol penyeimbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Share