News, Players, prediksi

Sokratis Papastathopoulos Kritik Perlakuan UEFA Kepada Borussia Dortmund

Dalam situasi yang masih tidak stabil setelah mengalami serangan yang menimpa bus timnya, bek asal Yunani itu merasa seperti binatang.

Bek Borussia Dortmund Sokratis Papastathopoulos mengkritik perlakuan asosiasi sepakbola Eropa UEFA terhadap timnya. Ia merasa diperlakukan seperti binatang dengan perubahan jadwal pertandingan Liga Champions yang mereka tetapkan setelah timnya mengalami sebuah insiden yang membahayakan nyawa.

Dortmund kalah 3-2 saat menjamu AS Monaco di leg pertama perempat-final Liga Champions, Rabu (12/4) malam WIB, kurang dari 24 jam dari jadwal sebenarnya. Jadwal harus diubah sebab laga harus ditunda karena klub Bundesliga Jerman itu diganggu oleh ledakan ketika dalam perjalanan menuju Signal Iduna Park.

Bus yang mengangkut para pemain dan ofisial klub mengalami serangan berupa ledakan yang terjadi ketika mereka akan meninggalkan hotel untuk menuju stadion, Selasa (11/4). Bek Dortmund Marc Bartra mengalami luka dan harus menjalani operasi setelah mengalami patah pergelangan tangan akibat insiden tersebut.

Dengan kondisi yang belum stabil, Sokratis mengungkapkan rasa kecewa dengan perlakuan UEFA kepada timnya yang baru saja mengalami musibah.

“Pertama saya bahagia karena masih hidup. Ini adalah hari terberat yang harus saya jalani sepanjang hidup saya dan saya harap tidak ada orang lain yang harus menjalani hari seperti ini. Setelah kejadian pada Selasa saya tidak lagi punya ruang untuk memikirkan pertandingan,” ungkap Sokratis kepada ESPN FC .

“Mereka [UEFA] harus┬ápaham kami bukan binatang. Kami manusia yang punya keluarga dan anak di rumah. Saya senang semua pemain dan para staf selamat.”

“Sangat sulit memikirkan untuk pergi dan bermain sepakbola. Bagi semuanya, sangat sulit pergi bekerja setelah kejadian kemarin [Selasa]. Saya harap apa yang kami alami tidak akan pernah menimpa orang lain. Saya harap itu adalah yang terakhir kalinya.”

“Kami akan berbicara pada presiden dan pelatih. Tapi kami tidak punya solusi apapun. Saya merasa seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya: seperti binatang bukan manusia. Mereka yang tidak merasakan ini tidak akan tahu betapa besar dampak kejadian tersebut bagi kami.”

Share